Memang yang namanya bisnis seks nggak habis-habisnya. Buktinya jumlah
kawasan lokalisasi di Kabupaten Bekasi cenderung meningkat. Tercatat, 16
lokalisasi baru secara ilegal muncul setelah pemerintah daerah itu
menutup lokalisasi terbesar Malvinas, tahun 2004.
Bahkan Program
Manager Mitra Sehati Bekasi Novan Andri mengatakan pertambahan
lokalisasi terjadi hanya dalam kurun waktu enam bulan. Hal itu diikuti
dengan peningkatan jumlah pekerja seks komersial (PSK). Saat ini
terdapat sekitar 4 ribu PSK di wilayah itu.
Ke-16 lokalisasi baru itu tersebar di Kecamatan Cibitung, Cikarang Barat, Cikarang Utara, dan Cikarang Pusat. Di antaranya, eks lokalisasi Malvinas, lokalisasi Tanah Merah, Tegal Danas, Pasir Sedot, Pasir Kunci, Pasar Seng, Tenda Biru, Pulo Nyamuk, Kedaung.
Biasanya lokalisasi muncul diawali dengan membuka cafe minuman, lalu menyediakan jasa karaoke, kemudian menjadi cafe remang-remang yang menyediakan pelayanan eksta wanita penghibur.
Prostitusi Bekasi +++
Ke-16 lokalisasi baru itu tersebar di Kecamatan Cibitung, Cikarang Barat, Cikarang Utara, dan Cikarang Pusat. Di antaranya, eks lokalisasi Malvinas, lokalisasi Tanah Merah, Tegal Danas, Pasir Sedot, Pasir Kunci, Pasar Seng, Tenda Biru, Pulo Nyamuk, Kedaung.
Biasanya lokalisasi muncul diawali dengan membuka cafe minuman, lalu menyediakan jasa karaoke, kemudian menjadi cafe remang-remang yang menyediakan pelayanan eksta wanita penghibur.

gila gokil juga ya
BalasHapus