Dewi Kakak Pembina Pramuka
Ini kisahku yang terbilang sangat unik dan ekstreme yah tapi akan kuceritakan kepada kalian tentang pengalamanku ini untuk kedepannya aku samarkan nama asliku. Awal kisah aku diam - diam naksir sama seorang cowok yang aku tafsirkan umurnya seumuran denganku. Tapi aku tak tahu siapa dia dan belakangan ini kucari dia dikampus dia memang tak ada tapi uniknya dia kalau sore sering main basket dikampusku, hingga aku sibuk mencari tahu siapa dia. Ouuw iya ampe lupa perkenalkan aku Dewi mahasiswa disalah satu kampus di Semarang, aku sehari hari yang mengenakan jilbab dan tak ada kesan seksi sama sekali. Karena tiap hari tubuhku dibalut jilbab dan dengan rok panjang yang menutupi kaki jenjangku.
Jujur saja aku menjadi pecandu seks sejak masih duduk dibangku Sma, memang saat itu aku tergoda buaian laki - laki berengsek yang telah merenggut mahkotaku. Aku ingin mengulangi waktu tersebut, aku merasa sangat menyesal, dengan mudahnya dia mencampakkan aku begitu saja. Sejak saat itu aku menjadi hobi masturbasi. Kadang aku lakukan dikampus kadang kulakukan juga dirumah / kost saat tak bisa tidur.
Kata temen - temenku aku memiliki buah dada yang gede kalau aku sedang menggunakan kaos, aku juga mengakui itu terlebih saat mandi aku sering memijit payudaraku hingga membuatnya kencang bulat. Kegiatan sore ku lebih kuhabiskan waktu mengajar anak - anak SD Pramuka. Aku adalah kakak pembina pramuka di dekat Universitasku, aku cukup senang saat mengajari anak - anak belajar mengenal Pramuka dan belajar mengenal alam.
Selesainya mengajar anak - anak aku tak langsung pulang ke kost aku lebih sering nongkrong dulu di angkringan depan SD sembari mengerjakan materi - materi kuliah, dan saat aku duduk dimeja no 3 dihadapanku ternyata ada sosok pria ganteng misterius itu sedang bersama temannya. Lama aku mengamatinya,dia memang benar - benar cakep, pikiran kotorku pun terus berkecamuk dikepalaku dan tanpa terasa tanganku merogoh di rok pramuka yang aku kenakan. Tanpa sadar aku masturbasi melihat dia ooohhh nikmat sekali permainan jariku di lesehan ini. Tempatnya memang gelap dan aku duduk dipojok, aku hanya mengenakan rok sehingga dengan mudah aku mengelus - elus memekku yang kini udah basah.
Terus kuamati dia dan tanganku pun terus bergeriliya diantara kedua pahaku. Kupandang badan atletisnya semakin membuat memekku basah dan akhirnya kuhentikan kegiatanku karena sudah tercapai orgasme ku. Dengan tissue yang ada dimeja ku lap paha dan cairan yang keluar dari memekku aku juga ragu apakah nembus ini cairan di balik rokku dan ternyata nembus juga di bokongku alhasil tampak seperti sedang menduduki Air. Tak kehabisan akal aaach kupakai saja jaketku dengan lengan yang kutali mengitari tubuhku.
Saat kulihat teman -temannya pada pergi, kuberanikan diri untuk duiduk satu meja dengannya. Dia tampak welcome dan segeramembereskan kontak motor, dan membersihkan mejanya dengan kain lap, sungguh sopan anak ini.
“Hay slamat sore, boleh duduk disini... ???” Obrolanku memulai sore ini jadi indah.
“Iya Selamat sore, btw ada apa yah” dia pun bingung.
“Perkenalkan gue Dewi, Anak kampus depan”
“Ouwh Aku Devon kak”
“Euumt Devon kuliah juga di kampus itu”
“Egak kak, aku gak kuliah kok. Aku udah kerja”
“Ouwh, tak kirain kuliah disitu kok tak cariin gak pernah ketemu, hehehehee”
“Nyariin aku... ??? mang ada apa yah denganku hehehehee” sambil wajah memerah.
“Gak da apa - apa kok, ouw ya Dev, boleh minta tolong gak...???”
“Tolong apa niich”
“Anterin pulang bisa gak, ntarr gue ganti deh uang bensinnya. Kalau mau sih”
“Euumt boleh sih, kasian Mbak nya yang cantik ini pulang sendiri, kalau mau sekarang boleh kok ayuk”
“Acch nanti aja gue juga gak terburu - buru kok, btw rumah kamu dimana Von”
“Aku di Jln Perintis Utara kak, kalau kakak...???”
“Lah sejurusan dong, gue mah di jalan Imam Bonjol palingan cuma 5 menit dari tempatmu tinggal”
“Yaelah kita tetanggaan berarti, udah makan belum kak... ??? makan yuk temenin aku biar aku yang traktir deh”
“Eumt kebetulan gue juga laper, aku pesen Nasgor aja deh, kamu apa ... ???”
“Aku juga Nasgor aja, selera kita sama dong”
Setelah asyik ngobrol kita lanjut makan dan kita sudah seperti orang yang saling kenal, sampai aku korek semua data dirinya ternyata dia bekerja di perusahaan cetak offset dan dia operator design nya. Kami pun terus larut dalam suasana dan kita bertukar nomor Hape, tapi dia masih sumgkan karena umur kita terpaut 2 tahun aku lebih tua darinya. Sehingga ia terus memanggilku kakak. Pada pukul setengah 7 malam dia mengantarkan akupulang yang biasanya aku pulang naik angkot kini aku diboncengi cowok yang selama ini menjadi imajinasiku saja. Tercium aroma maskulin tubuh Devon hingga tanpa sadar aku bersandar dibahunya yang bidang ini aku terus berkhayal yang diluar batas, rasanya ingin sekalikunikmati tubuhnya Devon. Tapi itu senua cuma anganku saja pasti dia tidak mau, pasti dia punya pacar, assh sudahlah gak mau berharap lebih. Bisa kenal dengannya saja dah seneng banget aku.
“Ouwh Mbak kost disini toch” Ujarnya sembari melepaskan helm,nya.
“Makasih ya Devon,eemmuuuaaaccchhh” kukecup pipinya.
“Eeech knapa Mbak nyium Devon, aduuch” Wajahnya kian memerah padam.
“Kenapa gak suka yah, maav kalau Dewi bikin kamu gak nyaman”
“Bukanne gitu Kak, tapi aku malu heheheheheee”
“Malu kenapa kan gak ada orang disini”
“Yaudah Kak saya pamit dulu, selamat istirahat”
“Iya Devonn, Hati - hati, jangan lupa memberi kabar”
Hhahahahahahaha Dalam hati rasanya puas banget sekali tepuk meleleh juga hati ini, aku masuk ke kamarku dan mandi, dalam kamarmandi pun aku sempat masturbasi dengan menggesek gesekkan jari ku ke vagina ku sembari diguyur air hangat dari shower. Aku terus membayangkan tubuhku dientot sama Devon habis - habisan, terus dan terus kupercepat kocokan jari ku ke vagina kudan akhirnya aku mencapai orgasme ku. Kali ini terbilang lebih cepat dibanding yang kemarin kemarin.
Setelah puas aku bermasturbasi kini kulanjutkan madidan keramas, setelah selesai mandi aku kembali ke kamarku ternyata Devon udah sms, dan kita punngobrol lewat sms. Aku kepoin kehidapannya ternyata dia juga belum memiliki cewek, wah kesempatan nich, aku terus memberi perhatian ke dia dia tak lebih sekedar teman, dia juga asyik kalau diajak sms,an. Kebetulan besok hari minggu dan memang acara kampus libur dan dia juga bilang dia juga libur kerja, kuajak saja dia menengok Car Free day di Jalan kota, dan dia menyetujuinya. Devon akan kerumahku pukul 6 pagi.
Hari minggu pun tiba tepat yang seperti Devon janjikan dia akan menjemputku pukul 06.00pagi, daat itu aku sudah bersiap aku memakai pakaian yang minimalis celana kain panjang dan kaos beserta setwwr serta perpaduan jilbab kuning. Pukul 6 aku di sms menandakan kalau Devon sudah didepan aku segera mengambil helm dan menemuinya.
“Selamat pagi , Kakak Dewi yang cantik”
“Selamat pagi juga kesayangan kakak, udah siap niich...??? Lers go”
Kami pun mulai tak canggung lagi seperti kemarin, aku sekarang sudah berani memeluknya erat tampaknya ia memperbolehkan hal ini, dia merasa tak risi. Kadang aku tempelkan payudaraku ke punggung nya. Aku tau ada reaksi dari balik celananya,terasa saat tanganku menyentuh area sekitar paha.
Sesampainya kami di area kulihat mata Devon terus melirik dibagiandada ku mungkin dia takjub dengan ukuran buah dada ku ini.
“Hai bengong aja, napa pengen mimik susu ya” sambil kupamerkan dada semokku ini.
“Aaach enggak kok, aku cuma takjub aja Kak Dewi cantik banget hari ini”
“Makasih ya Devon sayang”
“Ayo Kak kita jalan”
Saat berjalan kulihat tangan Devon menggandeng tanganku terpancarlah rasa bahagia yang teramat, oooch apakah ini yang namanya cinta. Kami seperti pasangan yang sedang kasmaran, dia mulai menggodaku dengan mengibaratkan aku dengan berbagai macam bunga yang indah. Sungguh aku dibuat nyaman olehnya, aku berencana mengajaknya ke kost,an ku merencanakan sarapan disana memasak adalah hobiku juga. Dia juga menyetujui permintaanku, malahan setelah Car free Day ini, membeli bahan - bahan yang diperlukan.
Pukul 8 pagidankita sudah mulai berkeringat, seperti janjinya dia akan mengantarku ke pasar membeli bahan - bahan yang kita butuhkan, dia menunggu di motor sedang aku asyik berbelanja. Selang 5 menit kelar semua yang aku butuhkan. Kini kita menuju rumah kost aku. pukul 9 pagi kita sampai di kost. Dan Devon berpamitan mau numpang mandi aku mengisi pagi ini hanya menonton Tv dan muncul keinginan untuk melihat dia mandi.
Kamar mandi kost memang ada lubang ventilasi, dengan bantuan kursi aku memanjat dan terlihattubuh bugil Devon yang bagus, oh god penis nya Devon gede dan gagah itu pun belum sepenuhnya tegang. Sambil mengintip dia aku menggesek jariku ke memekku. Kuselipkan tanganku dibalik Cd ku dan kuelus dengan telaten memekku.
Setelah dia mau akan selesai mandi aku segera bergegas turun dan mengganti pakaianku yang lebih nyaman, kupakai legging ketatku memang aku sengaja memancing gairahnya agar pagi ini kita melakukan hubungan seks. Bra sengaja aku tanggalkan dari balik kaos tampak nyeplak putingku yang bulet. Aku pun stand by di kasur ku saat Devon menghampiriku matanya terbelalak melihat payudaraku.
“Seger Von, mandinya”
“Brrr adem kak, Kak kok kakak gak pake Bra”
“Hehehehe sengaja untuk mancing kamu kok”
“Eumt kita hanya berdua lho, ntar kalau ada setan gimana”
“Wkwkwkwkwk ni kalau mau lihat” Kubuka / kutarik kaos ku keatas hingga toketku terbuka untuknya.
“Lhoh kok di buka kak, boleh gak kalau aku memegangnya”
“Sini sayang puasin aku” Pancinganku pun menangkap mangsa.
Dengan perlahan tangan Devon menyentuh toketku, terasa hangat dan lembut. “Remas yang kuat sayang, aaacchhhh” desahku kian lepas saat dia mencumbu leherku yang membuat aku mengeluhh desah panjang. Kini tangannya mengelus elus vaginaku dari balik leggingnya bibirku yang dicumbui membuat aku tak berdaya dibuatnya. Kuremas penis Devon dan ternyata sudah tegang. “Asshhh enakk Von aaashhh teruss sayang” hanya itu yang aku ucap berkali - kali.
Devon mengulum putingku bergantian kiri dan kanan aku puntak kuasa menahan nikmat ini sehingga aku melepaskan legging ketatku dan kini aku telah bugil, Aku mengelus elus sendiri vaginaku yang kini mulai basah dia langsung merespon dan kini wajahnya tepat di depan vaginaku dan apa yang terjadi membuatku semakin merasakan kenikmatan sejati. Devon menjilati vagiaku, rasa yang kualami kini campur aduk antara geli, hangat dan nikmat sekali. Seumur umur nbaru dia yang berani menjilati organ keluarnya pipis,ku.
“Aaachh sayang enak sekali aaasshhhh sayang aaasshhh” cairan dari dalam vaginaku mulai berontak keluar dengan sendirinya diiringi jilatan penuh nafsu si Devon. Tubuh dan perutku berkali kali mengejang karena memang rasanya enak sekali “Asshhhh Deevvv akuuu mauuu aasshhhhh, serrrr seerrrrrrr” Aku orgasme dan ini pertama kalinya aku keluar lendir yang sangat banyak hingga membasahi sprei kasurku. “Asshh Deevv aku klimaks karena lidahmu, enak sekali sayang” desahanku mulai menghilang kala Devon menghentikan jilatannya.
Kini kurebahkan Devon dan mulai kulucuti satu persatu pakaiannya kucumbui bibirnya yyang seksi itu, yang telajh menghajar vaginaku tanpa ampun. Lehernya punterus kucumbu hingga tangan kananku mengelus penisnya dari balik celananya tampak yang aku pegang batang yang sudah keras. Kulepas juga celana dan celdam nya hingga aku ditodong penisnya yang sudah tegang. Gede juga penis Devon aku mengocoknya perlahan sambil kukecup ujung penisnya “Aaaachh Kak Dewi enak digituin” Aku pun tersenyum kearahnya tangannya dengan sigap meraih toket bulatku.
Kini kumasukan penisnya kemulutku sampai - sampai ia memejamkan mata merasakan sensasi hangatnya rongga mulutku. Dengan perlahan aku terus mengulumnya ia hanya terdiam memejamkan mata membiarkan aku terus berinteraksi denga penis gedenya. Sampai lebih 5 menit aku sudah tak tahan lagi segera aku naiki dia posisi dia dibawahku istilahnya ,Women on top, dengan perlahan kumasukan penisnya ke vaginaku. Terasa susah memang dengan bantuan air ludahku tiba - tiba “ Asshh Devv... aasshhhh” Bless masuk juga separo penisnya.
Kubenamkan lagi lebih dalam dan kini penisnya benar - benar amblas semuanya aku goyangkan tubuhku terasa nikmat sekali penis Devon. Semakin cepat aku menggoyangkannya semakin deras pula cairan yang akan keluar dari vaginaku. Dalam 2 menit aku klimakslagi, aku pun terdiam dan kubiarkan penisnya tertancap di vaginaku. Dia mencabut penisnya dan membersihkan lagi vaginaku dengan lidahnya “Asshh sayang jijik tau.. asshhh nikmat sayang aaachhhhh” dengan penuh nafsu ia menjilati cairan orgasmeku.
Dengan berbaring mengangkang kutuntun kembali penisnya menuju liang senggamaku, kini terasa lebih mudah “aasshhh pelan sayang, aaduhh aasshhhhh” dia menggoyangkan pinggulnya membuat aku kehilangan kendali, aku tak henti hentinya mendesah. Nikmat sekali dia benar - benar perkasa keluar pun dia belum “Asshh sayang aacchhh terus sayaang yang kerasss” dia mempercepat temponya dan benar saja tak lama kemudian ia mencabut penisnya dan muncratlah spermanya yang sangat kental dan entah berapa kali aku ditembak oleh nya ditumpahkan penuh diperutku.
Aku bangkit dan langsung kuraih penisnya kuhisap kumasukan kedalam mulutku kukocok terus kusedotspermanya, rasa asin, gurih dan hangat semua tercampur dilidahku. Aku benar benar dibuat lemas olehnya dan rasa gembira dalam hati, baru 2 hari kenalan dan aku bisa menjinakkan dia sangat puas yang kurasa. Kini kita terbaring tak berdaya dan terus saling berpandangan, aku terus mencumbu bibirnya,dan dia sambil meremas toketku.
“Sayang terima kasih untuk tubuhmu” Aku mengecup kening Devon
“Baru kali ini aku merasakan tubuh wanita”
“Apa ternyata kamu belum pernah melakukan intim to” Aku terbelalak karena aku telah merenggut perjakanya.
“Iya Kak, aku cuma onani kalau sedang ingin, itupun aku nonton bokep”
“Maavin Kak Dewi ya Von, aku nafsu sekali saat melihatmu, aku sering juga onani membayangkanmu dankini impianku kamu wujudkan makasih sayang” Lagi kukecup keningnya.
‘Iya Kak gak papa kok, kalaupun aku dah gak ting..ting lagi aku rela kalau Kak Dewi yang ngambil Perjakaku”
“Sayang bolehkan lain waktu kita ngentot lagi”
“Aku bersedia Kak kapanpun”
Sejak saat itu aku dan Devonseperti pasangan suami istri hari - hari ku menjadi penuh warna saat Devon hadir dihidupku kami sering pulang bareng, mengingat kampus aku dan tempat nongkrongnya berdekatan. Kami lebih sering melakukan hubungan intim di kost. Mengingat kost aku cukup aman dan bebas, kami melakukannya kebanyakan siang hari saat orang - orang kost pada beraktivitas. Dan yang lebih ekstreme lagi aku melakukan fast seks dengannya dikamar mandi Kampus tepatnya didepan dekat lapangan basket. Aku sayang kamu Devon terlebih sayang kepada tubuhmu.
-Sekian-

0 komentar:
Posting Komentar